Kamis, 04 Juni 2015

Wali Kota Bawa Novita Berobat

Walikota bawa novita berobat _ Novita Anggreni, bocah wanita berumur sepuluh thn ini cuma dapat pasrah dgn penyakit yg menggerogoti badan kurusnya. Akibat benjolan segede telur ayam yg tumbuh di leher sebelah kirinya sejak setahun dulu, keadaan kesehatannya makin memburuk.

Tidak Hanya berat badannya makin berkurang, Novita pula gampang di serang demam & batuk-batuk. Buat mengobati penyakitnya rasanya seperti mimpi dikarenakan orang tuanya tak punyai tugas terus. Jangankan utk berobat, memenuhi kepentingan makan sehari-hari saja telah kesusahan, & cuma menginginkan belas kasihan penduduk yg iba. Kemiskinan itu menciptakan Novita cuma sanggup menangis.

Tidak Hanya tak dapat berobat, anak ketujuh dari delapan bersaudara ini pula tak sempat mengecap bangku sekolah. Kemiskinan itu jugalah yg menciptakan abang kandungnya berumur 23 th, mesti menghadap Sang Khalik akibat penyakit yg sama. Air mata Novita juga telah mengering, ia serta pasrah kalau mesti menyusul abang tercinta menghadap Sang Pencipta.

Di tengah kepasrahan Novita, Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, mendengar penderitaan bocah kurus berkulit sawo matang itu, termasuk juga kemiskinan yg dialami keluarganya. Senin (19/4), Eldin serentak menyambangi kediamannya di Jalan Perumahan Bumi Permai Gang Mekar, Kelurahan Labuhan Deli, Kecamatan Medan Marelan. Di rumah sewa teramat sederhana berukuran kurang lebih 4x6 m & berdinding tepas, Novita tinggal dgn keluarganya.

Saat wali kota datang, Novita tidur di lantai semen beralas tikar bernoda didampingi Syafril, 50, ayahanda tercinta, beserta sekian banyak saudaranya. Mantan sekda Kota Medan itu pula tidak kuasa menahan rasa haru menyaksikan keadaan Novita, termasuk juga kemiskinan yg menggerus hidup mereka. Eldin serta tak tidak sedikit berkatakata, matanya nampak memerah.

Sesudah mengecek keadaan badan Novita, beliau serta serta-merta memerintahkan Pegawai Tubuh Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta-merta mengambil Novita ke Rumah sakit Bandung di Jalan Mistar Medan, guna meraih perawatan intensif. Berhubung mobil tak mampu masuk akibat jalan menuju rumah Novita amat mungil & cuma mampu dilalui sepeda motor, Novita serta mesti digendong ayahnya menuju mobil ambulans yg telah menunggu dijalan gede yg berjarak kira kira 200 m dari rumahnya dituntun serentak wali kota.

Puluhan masyarakat kurang lebih pula tidak kuasa menahan rasa haru waktu wali kota mengambil bocah malang itu berobat. Lantaran, mereka juga telah tak tega lagi menonton penderitaan yg dialami Novita. Wali kota konsisten mendampingi Novita hingga tiba di Rumah Sakit Bandung. Demikian turun dari mobil ambulans, Eldin serta-merta meminta Pegawai medis yg ada langsung membawanya ke ruangan ICU.

Novita setelah itu menjalani perawatan intensif & ditangani dr Alex Tarigan. Sebelum diperiksa lebih mendalam, Novita dikasih obat buat menurunkan demam & diinfus, dulu dipindah ke tempat inap. Wali kota mengemukakan, benjolan yg ada di leher berjalan sejak satu thn dulu. Orang tuanya mengira benjolan itu cuma bisul biasa & dibiarkan saja. Lama kelamaan benjolan itu makin membesar, & waktu ini segede telur ayam kampung.

“Saya sudah bicara dgn pihak rumah sakit. Aku minta Novita agar memang dirawat & benjolan di leher nya diperiksa biar ketahuan apa penyakit sebenarnya,” ujarnya. Eldin mengharapkan penyakit Novita akan disembuhkan maka beliau bakal beraktivitas kembali. Eldin tak ingin kejadian yg menimpa abang Novita kembali terulang. Utk itulah beliau bakal tetap mengawasi perkembangan kesehatan Novita.

Dikarenakan, masalah kesehatan kala ini adalah salah satu prioritas utamanya. “Insya Allah dgn perawatan yg dilakukan, penyakit Novita mampu disembuhkan,” ujarnya. Wali kota mengimbau semua penduduk, terutama dari kalangan kurang sanggup yg membutuhkan perawatan medis tapi tak mempunyai duit, langsung laporkan pada lurah ataupun camat di wilayah tinggalnya masing-masing.

Laporan itu bakal cepat ditindaklanjuti, & yg bersangkutan dapat mendapati perawatan medis. “Walaupun masyarakat tak mempunyai BPJS, kami siap membantunya. Buat itu cepat laporkan pada camat & lurah setempat. Aku tidak akan ada penduduk yg tak berobat akibat ketiadaan dana,” ungkapnya.

Sementara itu, dr Alex Tarigan yg menangani penyakit Novita menyampaikan, berdasarkan hasil sensor sementara & gejala-gejala yg dialami seperti demam tinggi & batuk, dugaan sementara Novita terkena penyakit tubercolosis kelenjar. Alex bakal periksa cairan dari benjolan di leher Novita.

“Untuk sementara kita turunkan dahulu demamnya, termasuk juga mengobati batuknya. Sesudah itu kita jalankan patalogi anatomi buat tentukan apakah benjolan itu tubercolosis kelenjar atau tumor. Jikalau pula tumor, kita pastikan apakah itu ganas atau tak. kemudian baru kita laksanakan langkah-langkah penyembuhannya,” ungkap Alex.

Sementara Syafril diawal mulanya cuma mampu pasrah bersama penyakit yg diderita putrinya tersebut. Dikarenakan, laki laki bertubuh kurus ini tak miliki duit akibat dia tak mempunyai tugas masihlah. Akibat ketiadaan dana itulah, Syafril serta mengaku abang Novita wafat dunia sesudah menyakit yg sama menggerogoti tubuhnya karena tak sempat sekalipun meraih perawatan medis.

Dijelaskannya Syafril, mesti merawat Novita sendiri sejak berumur tiga bln sesudah istri tercinta wafat dunia. Sebelum istrinya wafat, mereka pernah berjualan buat memenuhi kepentingan hidup seharihari. “Setelah istri wafat, aku tak berjualan lagi. Aku mesti mengurus anak-anak.

Utk memenuhi kepentingan sehari-hari, aku kerja apa saja yg mampu membuahkan duit, & menginginkan belas kasihan penduduk yg merasa iba. Menjadi, aku teramat berterima kasih atas pertolongan Bpk Wali Kota ini. Mudah-mudahan penyakit anak aku mampu disembuhkan,” tutur Syafril.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar